Jumat, 13 Mei 2016

Akuntansi Pajak Penghasilan Pasal 21

Pengertian Akuntansi Pajak Penghasilan Pasal 21

Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri wajib dilakukan oleh pemberi kerja yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai, Bendahara pemerintah yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan; Dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun dan pembayaran lain dengan nama apa pun dalam rangka pensiun; Badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, dan Penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan. Akuntansi PPh Pasal 21 adalah proses pencatatan transaksi kaitannya dengan PPh Pasal 21. Ketika ada transaksi kaitannya dengan pemotongan/pemungutan PPh Pasal 21, pembayaran PPh Pasal 21 dan juga pembayaran gaji/upah karyawan maka perlu ada pencatatan akuntansi yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

Dasar Hukum

  • Undang-undang Pajak Penghasilan Nomor 36 tahun 2008
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak Atas Penghasilan Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 250/PMK. 03/2008 tentang Besarnya Biaya Jabatan atau Biaya Pensiun yang dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto Pegawai Tetap atau Pensiunan
  • Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per - 57/Pj/2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-31/Pj/2009 Tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran Dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan/Atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi.
  • Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 46 Tentang Akuntansi Pajak Tangguhan
Perhitungan Umum Pajak Penghasilan Pasal 21

Gaji Pokok Sebulan                                                         xxxx
Tunjangan-tunjangan                                                       xxxx +
Total gaji sebulan                                                             xxxx
Pengurangan:
Biaya Jabatan/Pensiun                   xxxx
PTKP                                                  xxxx +
Total Pengurangan                                                           xxxx -
Penghasilan Kena Pajak                                                  xxxx

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-250/PMK.03/2008, besarnya biaya jabatan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto untuk penghitungan pemotongan Pajak Penghasilan bagi pegawai tetap ditetapkan sebesar 5% dari Penghasilan Bruto, setinggi-tingginya Rp 6.000.000 setahun atau Rp 500.000 sebulan. Sedangkan besarnya biaya pensiun sebagai pengurang penghasilan bruto adalah sebesar Rp 2.400.000 setahun atau Rp 200.000 sebulan.

Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah bagi:
  • Wajib Pajak                               : Rp 15.840.000,-
  • Tambahan status kawin            : Rp 1.320.000,-
  • Istri Bekerja                               : Rp 15.840.000,-
  • Tambahan tanggungan             : Rp 1.320.000,- (Maks 3)
Tarif PPh Pasal 21 :
  • Penghasilan s.d Rp 50.000.000, tarifnya 5%
  • Penghasilan s.d Rp 50.000.000 s.d. Rp 250.000.000, tarifnya 15%
  • Penghasilan Rp 250.000.000 s.d. Rp 500.000.000, tarifnya 25%
  • Penghasilan di atas Rp 500.000.000, tarifnya 30%
Contoh :

Andi bekerja pada perusahaan PT ABC dengan memperoleh Gaji sebulan Rp 3.000.000,- dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 75.000,- perbulan. Andi menikah tetapi belum mempunyai anak. Penghitungan PPh Pasal 21-nya adalah sebagai berikut :

Gaji Sebulan Rp3.000.000
Pengurangan :
Biaya Jabatan : 5% x Rp 3.000.000 Rp150.000
Iuran Pensiun Rp75.000
Total Pengurangan Rp225.000
Penghasilan Neto Sebulan Rp2.775.000
Penghasilan Neto Setahun : 12 x Rp 2.775.000 Rp33.300.000
PTKP Setahun
- untuk WP sendiri Rp15.840.000
- tambahan WP kawin Rp1.320.000
Total PTKP Rp17.160.000
Penghasilan Kena Pajak Setahun Rp16.140.000
PPh Pasal 21 Terutang 5% x Rp 16.140.000 Rp807.000
PPh Pasal 21 Sebulan Rp 807.000 : 12 Rp67.250

diasumsikan Andi telah bekerja di PT. ABC melebihi tahun takwim/tahun pajak, sehingga jika gaji yang dihitung diatas adalah gaji untuk bulan Januari 2010 maka besarnya gaji netto yang diterima si Andi pada tanggal 31 Januari 2010 adalah Rp 3.000.000 – Rp 67.250 = Rp 2.932.750. Maka untuk kasus diatas perusahaan telah memungut PPh Pasal 21 dari penghasilan Andi pada bulan Januari 2010 sebesar Rp 67.250. Jika PPh Pasal 21 tersebut dibayar pada tanggal 8 Februari 2010, maka perusahaan maupun Andi (Jika Andi dalam pelaporan pajaknya menggunakan Istilah Pembukuan) perlu mencatat transaksi di atas adalah sebagai berikut:

Bagi PT. ABC sebagai Pemotong PPh Pasal 21 :
31-Jan  Biaya Gaji (Andi)  Rp     3.000.000
          Kas  Rp     2.932.750
          Hutang PPh Pasal 21  Rp          67.250
(untuk mencatat pemotongan PPh Pasal 21)
08-Feb  Hutang PPh Pasal 21  Rp          67.250
          Kas  Rp          67.250
(untuk mencatat pembayaran PPh Pasal 21 yang telah dipungut oleh PT. ABC)

Bagi  Andi sebagai Karyawan yang dipotong PPh Pasal 21 :
31-Jan  Kas  Rp     2.932.750
 PPh Pasal 21 dibayar dimuka   Rp          67.250
          Pendapatan Gaji   Rp     3.000.000
(untuk mencatat penerimaan gaji dan pemotongan PPh Pasal 21)

Jumat, 22 April 2016

Bonds Payable

Resume Bonds Payable

Bonds Payable (Hutang Obligasi) adalah bentuk hutang jangka panjang secara tertulis dalam kontrak surat obligasi yang dilakukan oleh pihak berhutang yang wajib membayar hutangnya disertai bunga (penerbit obligasi) dan pihak yang menerima pembayaran atau piutang yang dimilikinya beserta bunga (pemegang obligasi) yang pada umumnya tanpa menjaminkan suatu aktiva. Obligasi biasanya dijual di pasar obligasi dan memiliki harga pasar yang dapat berubah setiap saat.

Obligasi adalah satu sekuritas yang berdasarkan pada IOU dari penerbitnya. Obligasi ini tidak menawarkan hak istimewa kepada pemilik perusahaan. Contohnya, 10 tahun obligasi AT & T memberikan hak untuk menerima pembayaran kupon atau bunga secara periodik dan pokok atau face value pada saat jatuh tempo. Pemegang obligasi tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan di perusahaan.

Banyak obligasi adalah Fixed-Rate Bond atau sekuritas yang berpendapatan tetap karena perjanjian pembayarannya berbentuk kontraktual dan tetap sepanjang waktu. Bagaimanapun beberapa obligasi membayar dalam bentuk variabel income dan mengacu pada Floating-Rate Bond. Jangka waktu obligasi tidak terlalu lama dan tidak terdapat risiko kebangkrutan, secara umum risiko dari obligasi itu tergolong rendah dengan return yang rendah pula. Biasanya obligasi kurang liquid daripada saham dan umumnya relatif tinggi cashflow secara periodik (untuk membayar bunga kepada pemegang obligasi).

Alasan para investor membeli obligasi adalah dimana obligasi memiliki pembayaran keuntungan yang tetap pada periode tertentu serta fluktuasi harga obligasi yang mengikuti arus tingkat bunga. Tingkat bunga yang meningkat akan berdampak pada harga obligasi dipasar modal yang akan turun, dan begitu sebaliknya.

Karakteristik Obligasi

  1. Nilai obligasi (jumlah dana yang dipinjam)
Dalam penerbitan obligasi, maka perusahaan akan dengan jelas menyatakan jumlah dana yang dibutuhkan yang dikenal dengan istilah “jumlah emisi obligasi”. Penentuan besar kecilnya jumlah penerbitan obligasi berdasarkan aliran arus kas perusahaan, Kebutuhan, serta kinerja bisnis perusahaan.

  1. Jangka waktu obligasi
Setiap obligasi mempunyai masa jatuh tempo atau berakhirnya masa pinjaman (maturity). Secara umum masa jatuh tempo obligasi adalah 5 tahun. Ada yang 1 tahun, adapula yang 10 tahun. Semakin pendek jangka waktu obligasi maka akan semakin diminati oleh investor, karena dianggap risikonya kecil.

  1. Principal dan Coupon rate
Nilai prinsipal obligasi adalah sejumlah uang yang disetujui oleh penerbit obligasi agar dibayarkan kepada pemegang obligasi pada masa jatuh tempo. Jumlah ini biasa berhubungan dengan redemption value, maturity value, par value or face value. Coupon rate juga disebut nominal rate, adalah tingkat bunga yang disetujui penerbit untuk dibayar kepada pemegang obligasi setiap tahun. Besarnya pembayaran bunga setiap tahun
kepada pemilik obigasi selama jangka waktu obligasi dinamakan coupon.
Tingkat persentase coupon dikali nilai prinsipal obligasi menghasilkan besarnya coupon. Contohnya, obligasi dengan 8% coupon rate dan nilai par nya adalah $1,000 akan membayar bunga per tahun sebesar $80.

  1. Jadwal pembayaran
Kewajiban pembayaran kupon obligasi oleh perusahaan penerbit, dilakukan secara berkala sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, bisa dilakukan triwulan, semesteran, atau tahunan.

  1. Diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah.
Jenis-Jenis Obligasi

1. Government Bond adalah sekuritas pemerintah yang digunakan untuk pendanaan dalam utang         pemerintah. Pembayaran kuponnya bersifat semi-annual. Jenis-jenis obligasi pemerintah :
  • Callable Bond yang biasanya dibeli kembali oleh penerbitnya pada harga tertentu di masa yang akan datang.
  • Federal Agency Bond
  • Municipal Bond, yang diterbitkan oleh pemerintah lokal untuk mendanai highways, sistem perairan pendidikan dan capital project lainya. Ada 2 (dua) tipe Multicipal Bond yaitu General Obligation Bond dan Revenue Bond.
2. Corporate Bond adalah sekuritas yang mencerminkan janji dari perusahaan yang menerbitkan           untuk memberikan sejumlah pembayaran berupa pembayaran kupon dan pokok pinjaman kepada     pemilik obligasi, selama jangka waktu tertentu. Perusahaan yang menerbitkan obligasi disebut         debitur, sedangkan investor yang membeli obligasi disebut kreditur). Jenis-jenis Corporate Bond       adalah:
a.   Secured Bonds adalah obligasi yang penerbitannya dijamin oleh sejumlah aset.
b.   Mortgage bonds adalah obligasi yang penerbitannya dijamin oleh aset riil (bukan dalam bentuk finansial).
c. Unsecured bonds (Debentures) adalah obligasi yang penerbitannya tidak memiliki jaminan. Pembayaran sangat bergantung pada kemampuan dan kemauan dari perusahaan penerbit untuk memberikan bunga yang dijanjikan dan membayar pokok pinjaman sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Jika terjadi gagal bayar, maka pemegang obligasi akan menjadi unsecured creditors. Investor tidak memiliki hak atas harta perusahaan.
d.   Convertible bonds adalah salah satu jenis obligasi yang memiliki kekhususan. Obligasi ini dapat dikonversi ketika terdapat keputusan pemilik obligasi menjadi sejumlah sekuritas lain yang diterbitkan oleh perusahaan yang sama. Biasanya sekuritas lain tersebut adalah common stock.
e. Variable-Rate bonds adalah obligasi yang memberikan pembayaran kupon yang bervariasi mengikuti frekuensi bunga yang berlaku di pasar atau market rate indeks.
f.   Putable bonds adalah obligasi yang dapat dicairkan sebelum jatuh tempo sesuai dengan keputusan dari pemilik obligasi.
g.  Junk bonds biasanya dikenal dengan sebutan high-yield bonds, adalah obligasi yang memiliki peringkat dibawah investment grade. Disebut junk karena obligasi ini lebih berisiko dari obligasi yang berkategori investment grade.
h. International bonds adalah obligasi yang dijual di negara lain. Obligasi dapat diperdagangkan dalam satuan mata uang negara lain atau obligasi diperdagangkan di negara lain dalam mata uang perusahaan penerbit biasanya disebut Eurobonds.
i.   Super Long-Term bonds adalah obligasi yang memiliki masa jatuh tempo lebih besar atau sama dengan 100 tahun.

Risiko-risiko dalam obligasi

  1. Interest-Rate Risk, harga dari sebuah obligasi akan berubah pada arah yang berlawanan dari perubahan tingkat bunga. Jika tingkat suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun. Begitu pula sebaliknya, jika suku bunga turun maka harga obligasi akan naik. Jika seorang investor harus menjual obligasi sebelum jatuh tempo, peningkatan tingkat suku bunga bermakna bahwa investor akan mengalami capital loss (missal investor menjual obligasi dibawah harga beli). Risiko jenis ini dikenal dengan interest-rate risk atau market risk. Risiko ini merupakan risiko yang pada umumnya dialami oleh investor pada pasar obligasi.
  2. Reinvestment Risk adalah variabilitas pada tingkat reinvestment akibat adanya perubahan pada tingkat bunga pasar.
  3. Call Risk, sebagian perusahaan menetapkan untuk menarik atau membeli obligasi yang diterbitkannya pada harga dan waktu tertentu. Hal ini menyebabkan investor akan mengalami call risk dimana pada tanggal tertentu perusahaan penerbit obligasi akan menarik kembali obligasinya.
  4. Default Risk juga berkaitan dengan risiko gagal bayar, artinya risiko penerbit obligasi yang mengalami kebangkrutan. Akibat adanya risiko ini, obligasi yang memiliki Default Risk dalam perdagangan di pasar obligasi mempunyai harga yang rendah dibandingkan dengan U.S Treaasury securities. Dilain pihak, obligasi ini dalam perdagangan di pasar obligasi memiliki yield yang lebih besar dari treasury bond.
  5. Inflation Risk, peningkatan Inflation risk atau purchasing power risk disebabkan oleh bervariasinya nilai aliran kas yang diterima oleh investor akibat dampak adanya security due inflasi. Contohnya jika investor membeli obligasi pada coupon rate sebesar 7%, tetapi tingkat inflasi adalah 8%, maka purchasing power aliran kas secara nyata akan dikurangi.
  6. Exchange-Rate Risk, obligasi yang diperdagangkan denominasi valuta asing, memiliki nilai yang tidak dapat diketahui dengan pasti. Nilai obligasi dalam mata uang lokal baru dapat diketahui ketika pembayaran kupon atau nilai pokok pinjaman terjadi.
  7. Liquidity Risk atau marketable risk bergantung pada kemudahan suatu obligasi untuk dijual kembali sebesar nilai obligasinya.
  8. Volatility Risk, harga suatu jenis obligasi tertentu bergantung pada tingkat suku bunga dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi nilai obligasi tersebut. Perubahan pada faktor-faktor tersebut berpengaruh pada harga obligasi. Risiko jenis ini dikenal dengan volatility risk.
Harga yang dibayarkan untuk bonds tergantung dari 3 faktor:

  1. Nilai nominal obligasi, 
  2. Bunga kontrak atau bunga periodic yang akan dibayarkan atas obligasi, 
  3. Tingkat suku bunga pasar. 
-   Jika suku bunga pasar = suku bunga kontrak, maka tidak ada discount atau premium yang dialokasikan. 
-  Jika suku bunga pasar > suku bunga kontrak, maka terdapat discount yang dialokasikan.  
-   Jika suku bunga pasar < suku bunga kontrak, maka terdapat premium yang dialokasikan.

Contoh perhitungan bonds payable

Sunshine Corporation menerbitkan bond dengan nilai $100.000 dan bunga 10%, adapun tempo dari 1 Januari 2008 sampai 1 Januari 2012. Investor menginginkan tingkat suku bunga efektif 5% dan 12%. Perintah :
  1. Buatlah perhitungan premium atau diskon!
  2. Buatlah tabel amortisasi dari premium atau diskon!
  3. Buatlah jurnal-jurnal yang diperlukan!
Jawab:

a. Perhitungan premium dan diskon

* Market rate 5% (PV for 4 periods at 5%)
Principal
$ 100.000
x
0,82270
=
$  82.270
Interest
     10.000
x
3,54595
=
35.460

Present Value
=
117.730

Face Value
=
100.000

Premium
=
$  17.730

* Market rate 12% (PV for 4 periods at 12%)
Principal
$ 100.000
x
0,63552
=
$  63.552
Interest
     10.000
x
3,03735
=
30.374

Present Value
=
93.926

Face Value
=
100.000

Discount
=
$ (6.074)


b. Tabel amortisasi dari premium dan diskon
* Tabel amortisasi dari premium
Date
10%
Cash Paid
5%
Interest Expense
Premium Amortized
Carrying Amount
01-01-2008



$ 117.730
31-12-2008
10.000
5.887
4.113
113.617
31-12-2009
10.000
5.681
4319
109.298
31-12-2010
10.000
5.465
4.535
104.763
31-12-2011
10.000
5237*
4763
$ 100.000

*Tabel amortisasi dari discount
Date
10%
Cash Paid
12%
Interest Expense
Discount Amortized
Carrying Amount
01-01-2008



$  93.926
31-12-2008
10.000
11.271
1.271
95.197
31-12-2009
10.000
11.424
1.424
96.621
31-12-2010
10.000
11.595
1.595
98.216
31-12-2011
10.000
11.784
1.784
$ 100.000

  1. Jurnal untuk premium dan diskon
    * Premium Journal entries for 2008
    01/01/2008
    Cash

    $ 117.730



    Premium on bonds payable

    $   17.730


    Bonds payable

    $ 100.000
    31/12/2008
    Interest expense
    $    5.887


    Premium on bonds payale
    $    4.113



    Cash

    $   10.000
         * Discount journal entries for 2008
         01/01/2008
Cash

$  93.926


Discount on bonds payable
$    6.074



Bonds payable

$ 100.000
         31/12/2008
Interest expense
$  11.271



Discount on bonds payable

$     1.271


Cash

$   10.000